Pages

Jumat, 20 April 2012

Seekor Ayam Beranak, Tanpa Bertelur

Liputan6.com, Kolombo: Seekor ayam betina di Sri Lanka beranak dan tidak seperti biasanya bertelur serta mengeram untuk kemudian telurnya menetas. Pemilik ayam yang tinggal di kawasan pegunungan Sri Lanka, Ranjith Ekanayake mengatakan bahwa dari enam ayamnya, satu ekor di antaranya tidak mengeram telur. Ekanayake kemudian terkejut ketika ayam itu mengeluarkan anak dalam bentuk utuh tanpa telur. Anak ayam itu tumbuh sehat namun induknya mati.
Pejabat peternakan pemerintah Sri Lanka mengatakan ia tidak pernah mendengar kejadian seperti itu sebelumnya. Koran-koran setempat menerbitkan gambar pejabat peternakan itu yang sedang memeriksa kotoran induk ayam. Ia mengatakan telur ayam berkembang dalam sistem reproduksi ayam betina itu.
Di dalam sistem reproduksi induk ayam, telur tersebut mengalami inkubasi selama 21 hari dan menetas sebelum keluar dari induknya. Namun ayam betina itu mati karena pendarahan internal. Surat kabar Daily Mirror, Sri Lanka, dalam judul berita utamanya menyebutkan, "Ayam yang keluar lebih dahulu, bukan telur."(BBC/ADO)

Bayi Terlahir dengan Enam Kaki Oleh Yahoo! News * Postingan Oleh Yahoo! News | Yahoo! News – Kam, 19 Apr 2012

Seorang bayi laki-laki yang baru lahir berjuang bertahan hidup di Pakistan setelah terlahir dengan kondisi memiliki anggota tubuh tambahan.

Bayi ini diduga adalah satu dari sepasang kembar parasit. Ia memiliki bagian tubuh kembarannya yang tidak berkembang sempurna.



Para dokter kini sedang mengawasi kesehatan sang bayi yang kini dipindah ke Karachi untuk menjalani perawatan. Mereka sedang mempertimbangkan untuk meminta bantuan pihak asing untuk operasi menghilangkan bagian tubuh tambahan sang bayi.

Ayah bayi tersebut, Imran Shaikh sudah meminta bantuan dana untuk perawatan anak laki-lakinya. Ibu sang bayi sedang memulihkan diri dari operasi caesar di rumah keluarga mereka di Sukkur, sekitar 450 km dari Karachi, Pakistan.

"Mengoperasi bayi dengan kondisi seperti ini bukanlah tugas mudah, harus ada penilaian menyeluruh akan apa yang harus dilakukan," kata Dr Jamal Razza dari Institut Nasional Kesehatan Anak di Karachi. "Kami harus mengetahui apakah bayi ini memimiliki semua anggota tubuh kembarannya atau anggota tubuhnya sendiri. Kami juga harus menentukan seberapa banyak organ dalam yang sudah berkembang dan ini bisa merumitkan masalah dan menurunkan kans bayi ini untuk hidup."

Peluang kondisi ini bisa terjadi kurang dari satu dalam sejuta.

Kantor DKR Dilempar Molotov, Siti Fadilah: Kekerasan Tidak Dibenarkan!

Kantor DKR Dilempar Molotov, Siti Fadilah: Kekerasan Tidak Dibenarkan!

Ferdinan - detikNews
Sabtu, 21/04/2012 10:51 WIB
Siti Fadilah Supari (detikcom)
Jakarta Siti Fadilah Supari menyesalkan aksi teror dengan pelemparan bom molotov ke kantor Dewan Kesehatan Rakyat (DKR). Ketua Dewan Pembina DKR ini menegaskan tindakan kriminal tidak dibenarkan dan harus diproses secara hukum.

"Saya menyesalkan tindakan kekerasan ini, tidak benar aksi-aksi seperti ini," kata Siti Fadilah saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/4/2012).

Siti mengaku terkejut karena aksi teror menyasar ke kantor DKR yang memiliki kegiatan layanan kesehatan bagi warga. "DKR memang didirikan waktu saya jadi Menkes. Itu bukan LSM tapi gerakan untuk kesehatan, menolong warga miskin untuk pendampingan ke rumah sakit," jelasnya.

Kantor DKR di Jalan Johar Baru II No 12, Jakarta Pusat, dilempar bom molotov sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi. Polisi berhasil mengidentifikasi dua pelaku berpakaian serba hitam dengan menggunakan sepeda motor Yamaha.

Dari pemeriksaan di lokasi kejadian, ditemukan botol minuman ringan ukuran sedang yang diisi dengan minyak tanah dan disumpal kain. Saat ini polisi masih melakukan pengejaran kedua pelaku.

Siti sendiri baru mengetahui kejadian ini saat dihubungi wartawan. Dia akan berkomunikasi dengan pengurus DKR untuk mengetahui detil kronologis kejadian pelemparan bom molotov.